Senin, 15 Oktober 2012

BANGUNAN INDONESIA


Bila kita melihat sebuah bangunan, tentu kita akan mengetahui adanya struktur yang harus dimiliki oleh sebuah bangunan dimana terdapat juga sebuah  pondasi atau dasar yang kokoh kuat dan liat dan tidak di ubah ubah di kemudian hari, dan terlihat pula adanya pilar pilar untuk mewujudkan bangunan itu menjadi bentuk utuh sebuah bangunan, juga nampak upaya pemasangan berbagai ornamen untuk makinmelengkapi keberadaan sebuah bangunan. Barulah akan nampak hasil dari sebuah bangunan.  Apakah bangunan itu indah dan memiliki rasa nyaman untuk penghuninya, semua tergantung dari pemilihan bahan/materialnya.
Demikian pula jika kita melihat bangunan Indonesia. Memiliki Panca Sila merupakan pondasi atau way of life yang sungguh sangat luar biasa dirasakan bagi seluruh rakyat Indonesia, yang sejak lama cara hidup ini menyatu dalam kesederhanaan kehidupan rakyat Indonesia. Kemudian kita melihat pilar pilar bangunan Indonesia dimana Bhinneka Tunggal Ika merupakan tali pengikat pemersatu,  pangejawantahan dari seluruh bangsa indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, agama, ras, Itu merupakan satu hal yang mutlak bagi keberafaan dan keutuhan bangunan Indonesia. 
NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) merupakan wilayah mutlak Republik Indonesia yang menjadikan bangunan Indonesia menjadi utuh tanpa dapat diganggu gugat. Kemudian kita  melihat adanya UUD 1945 yang merupakan salah satu pilar bangunan Indonesia yang mengalami amandemen, yang tentu saja harus digaris bawahi, dengan amandemen UUD 1945 itu apakah menghasilkan manfaat, membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia ? atau hanya memberi kerugian semata bagi Indonesia. Tentu saja kita semua harus bijaksana dan berwawasan luas untuk melihat, menilai UUD 1945 setelah mengalami beberapa kali amandemen.
Kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia raya tentu ikut berbangga hati ketika bangsa Indonesia terkenal  di mancanegara sebagai bangsa yang ramah tamah murah senyum, sangat toleran serta sangat peduli kepada siapapun juga dimana jika ada yang mendapatkan kesulitan siap membantu dengan ketulusan hati dan tangan terbuka.
Tetapi setelah memasuki era reformasi, hari hari kita tak pernah terlewatkan tanpa suguhan berita kekerasan, ada antar RT, Kampung, Desa, Mahasiswa bahkan berani melawan aparat keamanan sekalipun korban sia sia berjatuhan dari harta benda hingga nyawa nyawa manusia tak berdosa. Kejadian seperti ini tentu menimbulkan tanda tanya besar, dimana letak permasalahannya hingga menimbulkan persoalan seperti ini. Bisa dipastikan ada sesuatu yang tidak beres, yang tidak benar dalam pengelolaan kehidupan bermasyarakat saat ini dan boleh (bahkan perlu) dikaji lebih jauh untuk mengatasi kejadian seperti ini. Pembenahan dalam bidang sosial ekonomi jangan sampai membuat masyarakat kita tercerabut dari akar budayanya. Namun rasanya ini tidak lepas dari kecemburuan, mau diakui atau tidak, kita dihadapkan pada kenyataan, Korupsi yang marak sangat berpengaruh terhadap situasi yang ada.
Jadikan hidupmu bermakna bagi orang lain dan berilah warna lebih indah buat masyarakat luas. Kata kata bijak ini sebagai pembuka bukan hanya sebagai pemanis. Demikian pula dengan terbitnya Warta Banyumas di awal terbitan perdana ini, semoga dapat memberi senyum pada jiwa masyarakat yang tengah terpuruk dan terluka, semoga mampu menjadi penyambung lidah masyarakat bawah yang tersudut dan tergerus modernisasi, dan semoga mampu memberi solusi bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan.(BK-SAS) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar