Bila kita melihat sebuah
bangunan, tentu kita akan mengetahui adanya struktur yang harus dimiliki oleh
sebuah bangunan dimana terdapat juga sebuah
pondasi atau dasar yang kokoh kuat dan liat dan tidak di ubah ubah di
kemudian hari, dan terlihat pula adanya pilar pilar untuk mewujudkan bangunan
itu menjadi bentuk utuh sebuah bangunan, juga nampak upaya pemasangan berbagai
ornamen untuk makinmelengkapi keberadaan sebuah bangunan. Barulah akan nampak
hasil dari sebuah bangunan. Apakah bangunan
itu indah dan memiliki rasa nyaman untuk penghuninya, semua tergantung dari
pemilihan bahan/materialnya.
Demikian pula jika kita melihat
bangunan Indonesia. Memiliki Panca Sila merupakan pondasi atau way of life yang
sungguh sangat luar biasa dirasakan bagi seluruh rakyat Indonesia, yang sejak
lama cara hidup ini menyatu dalam kesederhanaan kehidupan rakyat Indonesia.
Kemudian kita melihat pilar pilar bangunan Indonesia dimana Bhinneka Tunggal
Ika merupakan tali pengikat pemersatu,
pangejawantahan dari seluruh bangsa indonesia yang terdiri dari berbagai
suku bangsa, agama, ras, Itu merupakan satu hal yang mutlak bagi keberafaan dan
keutuhan bangunan Indonesia.
NKRI (Negara Kesatuan Republik
Indonesia) merupakan wilayah mutlak Republik Indonesia yang menjadikan bangunan
Indonesia menjadi utuh tanpa dapat diganggu gugat. Kemudian kita melihat adanya UUD 1945 yang merupakan salah
satu pilar bangunan Indonesia yang mengalami amandemen, yang tentu saja harus
digaris bawahi, dengan amandemen UUD 1945 itu apakah menghasilkan manfaat,
membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia ? atau hanya memberi kerugian semata
bagi Indonesia. Tentu saja kita semua harus bijaksana dan berwawasan luas untuk
melihat, menilai UUD 1945 setelah mengalami beberapa kali amandemen.
Kita sebagai bagian dari bangsa
Indonesia raya tentu ikut berbangga hati ketika bangsa Indonesia terkenal di mancanegara sebagai bangsa yang ramah
tamah murah senyum, sangat toleran serta sangat peduli kepada siapapun juga
dimana jika ada yang mendapatkan kesulitan siap membantu dengan ketulusan hati
dan tangan terbuka.
Tetapi setelah memasuki era
reformasi, hari hari kita tak pernah terlewatkan tanpa suguhan berita
kekerasan, ada antar RT, Kampung, Desa, Mahasiswa bahkan berani melawan aparat
keamanan sekalipun korban sia sia berjatuhan dari harta benda hingga nyawa
nyawa manusia tak berdosa. Kejadian seperti ini tentu menimbulkan tanda tanya
besar, dimana letak permasalahannya hingga menimbulkan persoalan seperti ini.
Bisa dipastikan ada sesuatu yang tidak beres, yang tidak benar dalam
pengelolaan kehidupan bermasyarakat saat ini dan boleh (bahkan perlu) dikaji
lebih jauh untuk mengatasi kejadian seperti ini. Pembenahan dalam bidang sosial
ekonomi jangan sampai membuat masyarakat kita tercerabut dari akar budayanya.
Namun rasanya ini tidak lepas dari kecemburuan, mau diakui atau tidak, kita
dihadapkan pada kenyataan, Korupsi yang marak sangat berpengaruh terhadap
situasi yang ada.
Jadikan
hidupmu bermakna bagi orang lain dan berilah warna lebih indah buat masyarakat
luas. Kata kata bijak ini sebagai pembuka bukan hanya sebagai
pemanis. Demikian pula dengan terbitnya Warta Banyumas di awal terbitan perdana
ini, semoga dapat memberi senyum pada jiwa masyarakat yang tengah terpuruk dan
terluka, semoga mampu menjadi penyambung lidah masyarakat bawah yang tersudut
dan tergerus modernisasi, dan semoga mampu memberi solusi bagi mereka yang
membutuhkan uluran tangan.(BK-SAS)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar