Duh Prihatin Rasanya
Hati ini perih
Dengan segudang mandat
Datang dari kami
Engkau jadi orang terhormat di rumah kami
Sesungguh sungguhnya engkau bukan siapa siapa
Tanpa suara rakyat
Sebelum ini
Engkau akrab dengan metromini bodol
Sama dengan kami, kere...
Lupakah deritamu dulu
Tetapi kerelaan kami engkau khianati
Engkau rela menjual negeri kami
Pasal dan ayat yang membuat kami jadi tak mengerti
Kau rusak anggaran
Untuk kami rakyat negeri ini
Engkau boleh marah dengan puisi ini
Kamipun bisa marah
Meminta pertanggung jawabanmu
Semoga kalian sadar sobat
Jangan engkau bertanya apa salahku
Tetapi bertanyalah apakah aku sudah benar....
Kami rakyat negeri
Berdaulat di tanah air kami
Menjaga merah putih tetap berkibar
Di bumi pertiwi
Jakarta 15 Mei 2012
Stevanus Bambang Kustedjo
(Seorang
pembaca yang merasa prihatin dengan kondisi wakil rakyatnya)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar