Bertepatan dengan peringatan Hari
Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei 2012 lalu, Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Amanat Kemanusiaan Tanah air atau lebih
dikenal dengan sebutan LSM FAKTA, memperingati 11 (sebelas) tahun berdirinya
LSM FAKTA dan sekaligus juga melakukan konsolidasi dan pelantikan pengurus
Parade Nusantara (Persatuan Rakyat Desa Nusantara) Kabupaten Purbalingga yang
mengambil tema dengan semangat kebangkitan nasional.. peringatan hut lsm
fakta ke 11 dan konsolidasi parade nusantara kabupaten purbalingga demi
mewujudkan kesiapan pemerintahan desa untuk menyongsong lahirnya undang undang
desa.
Ketua
Umum LSM FAKTA Sasongko Pramudjito ketika di temui di sela sela acara hanya
menjelaskan secara singkat bahwa acara ini diselenggarakan selain secara
internal untuk lebih mengingatkan para anggota LSM FAKTA bahwa di usia yang ke
11 ini dapat makin lebih dewasa dan bijak dalam mengambil setiap langkah, juga
sebagai upaya mempersatukan pandangan terutama para kepala desa terhadap
keberadaan Parade Nusantara dan Undang Undang Desa yang sedang di perjuangkan.
Lebih jauh Sasongko meminta WB menghubungi ketua Panitia bersama.
Ketua
panitia Bersama HUT LSM FAKTA – Parade Nusantara, Andy Roviq, menyampaikan
bahwa acara ini sedianya akan di gelar 16 Mei lalu akan tetapi terpaksa diundur
menjadi tanggal 20 Mei disebabkan beberapa pembicara di acara ini yang semula
menyatakan siap hadir, terpaksa meminta di jadwal ulang karena adanya acara
paparan mengenai Rancangan Undang Undang Desa (RUU Desa) di depan Pansus DPR-RI
tanggal 16 Mei itu.
Menurut
Andy pengunduran jadwal itu mempengaruhi beberapa acara yang tersusun menjadi
batal, diantaranya adalah pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Enthus
Susmono, selain itu juga pembicara undangan seperti Dr.Rizal Ramly, Ir.Taufik
Kurniawan, MM,.(DPR-RI) Drs.H.Priyo Budi
Santoso (DPR-RI), Dra.Hj.Rustriningsih M.Si (Wagub Jateng), Ir. M.Hatta Rajasa (Menko Bidang Perekonomian RI, tidak dapat hadir, begitu
juga dengan R.Bambang Budi Surjono dari Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh
Indonesia (APKASI), lebih jauh Andy juga menyevutkan bahwa dari sekitar 1000
(seribu) undangan, banyak yang memberi khabar tertahan di jalan akibat di
hadang hujan lebat seperti yang dialami oleh perwakilan dari kabupaten Cilacap,
Banjarnegara, Kebumen, Banyumas dan Purbalingga sendiri.
Acara
tetap berjalan meriah atas kehadiran Bapak H.Sudir Santoso SH selaku ketua
Dewan Presidium Nasional (DPN) Parade
Nusantara dan Budiman Sudjatmiko (DPR-RI) dan kehadiran sekitar 350 lebih
perangkat dan kepala desa serta tamu lainnya.
Acara
yang dimeriahkan dengan iringan organ Tunggal serta pembacaan puisi oleh salah
satu pendiri LSM FAKTA yaitu Bapak ST.Bambang Kustedjo cukup lancar, apalagi
dengan sumbangsih nyanyian oleh Kasat Intelkam Polres Purbalingga yang baru AKP
Bambang Yuwono, SH.
Dalam
sambutan dan penyampaiannya, baik Sudir Santoso maupun Budiman Sudjatmiko
banyak memberikan informasi seputar RUU Desa, perjuangan yang dilakukan selama
ini serta adanya semacam salah persepsi dari pihak pemerintah yang menimbulkan kesenjangan
antara parade nusantara dan pemerintah secara umum. Disamping itu juga
mengharapkan kepada para pejuang Undang Undang Desa ini tidak begitu saja
menyerah setelah 7 (tujuh) tahun lebih memperjuangkannya. Dalam acara ini pula Ketua
DPN Parade Nusantara melantik dan mengambil sumpah Pengurus Parade Nusantara
Kabupaten Purbalingga dengan susunan Ketua M.Teguh P.Wibowo (Kades Grantung
Kec.Rembang), Wakil Ketua M.Yani (Kades Karanglewas Kec.Kutasari), Sekretaris
Andy Roviq (Desa Makam, Kec.Rembang), Sekretaris I Agus Amperato (Kades
Kutasari Kec.Kutasari), Bendahara Subiyastuti (Kades Banjarsari Kec.Bobotsari),
Bendahara I Sukno. Dengan pembentukan ini maka keberadaan Wira Praja
Kab.Purbalingga melebur dan menjadi Parade Nusantara Kab.Purbalingga.
Acara ini di tutup dengan
pagelaran wayang oleh Ki Dalang Sigit Jono
Saputro dari Cilacap yang mengambil lakon Semar mbangun kahyangan..(Adhy)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar